Oke langsung aja gan
- Hanya satu tujuan hidup kita yaitu mengenal siapa yang menciptakan kita walaupun kita tahu itu Allah bukan hanya mengenal tetapi menyaksi dengan sejati itu Tuhan kita.
- harus bisa mati sebelum mati artinya pikirkan akhir atau akibat dari perbuatan atau yang akan kita perbuat.
- keindahan yang tiada bandingannya adalah mengenal Yang Maha Indah yang menciptakan keindahan itulah orang sukses dunia akhirat.
- Apa keputusan ada ditangan makhluk dan apa keputusan ada ditangan Allah semua prnyataan itu salah karena Allah tak bertangan . Keputusan hanya milik Allah.
- Menjaga diri, mentafakurkan diri sendiri sungguh lebih sulit untuk mempertanggung jawabkan diri kita tak usah resah dengan kesuksesan harta dunia karena yakinkanlah bila kita bisa mempertanggung jawabkan diri kita niscaya kita bisa bertanggung jawab untuk segala hal termasuk dunia.
- Kesuksesan itu bukan karena maksud, keinginan, atau tujuan tercapai, tetapi disaat maksud untuk sukses itu tidak tercapai kita sukses mencapai ketenangan karena kegagalan dari maksud itu.
- Jangan rendahkan kualitas rendah karena bila tidak ada itu kualitas baik pun takan ada. Jangan remehkan si miskin Karena bila tidak ada itu si kaya pun takan ada Jangan remehkan si bodoh karena bila tidak ada itu si pintar pun takan ada. Jangan kesalkan rasa gelisah karena bila tidak ada itu rasa tenang pun takan dirasakan. Jangan keluhkan kegagalan karena bila tidak ada itu kesuksesan pun takan dirasakan. Semaunya saling berkaitan itulah hidup, coba tundukan kepala sejenak tafakurkan hidup ini, lihat orang-orang dibawah banyak yang lebih fakir dari pada kita bersyukurlah apa yang ada sekarang niscaya akan merasa cukup.
- kemarin Sejarah hari ini Anugrah Besok ada apakah??…mudah-mudahan Berkah.
- Kenikmatan itu bukan ketika kita merasa bahagia, tetapi ketika kita sudah tidak merasakan rasa bahagia itulah kenikmatan yang sesungguhnya.
- Sungguh wajar bilamana resah, gelisah, kecewa bila mendapat kegagalan. Walaupun engkau telah cacat yang terpenting engkau bisa kembali…kembali menyerahkannya pada Allah. tak usah heran! Dunia adalah Fana yaitu tempat masalah dan kebingungan.
- Disaat engkau diuji untuk mendapatkan keindahan. Setelah engkau dapatkan keindahan itu, disaat itu pula engkau tidak membutuhkan lagi keindahan itu. karena keindahan yang sesungguhnya tiada lain selain dekatnya engkau dengan yang menciptakan keindahan itu.
- Jangan merasa sabar dan jangan pula katakana sabar itu terasa. Karena sabar yang sesungguhnya ketika sudah tidak merasakan rasa sabar itu.
- Tak semata-mata Allah memberikan cobaan kepada makhluknya karena Ia tahu hambanya bisa menghadapi semuanya. Sebagaimana halnya engkau di uji memasuki sekolah jenjang yang lebih tinggi ujian makin sulit seperti itu juga Allah mengujimu untuk menaikan derajatmu.
- Karena ada masalah lah akan merasakan indah.
- Nafsumu akan menentang memberontak tidak menerima semua yang Tuhan tentukan. Dan disaat engkau mengerti memahami semuanya disaat itu pula hatimu menangis…MENANGIS KEBAHAGIAAN karena nafsumu terbungkam.
- Cobaan diibaratkan kenikmatan yang Allah beri lewat bingkisan kusam, kusut dan berdebu,,namun didalamnya terdapat berlian yang tak bernilai.(Ela Nurlaela)
- Sungguh nikmat apa yang tak nikmat dan sungguh indah apa yang tak indah. Semua itu terasa ketika yang tak diharapkan kita rasakan.(Ela Nurlaela)
- Tuhan lantunkan syair indahnya menyentuh qalbu dalam ketenangan, Tuhan bangkitkan cintaku lewat kegagalan, bersemilah aku berlabuh dalam lautan kasmaran bersama Tuhanku.(Ela Nurlaela)
- Aku tidak terlalu suka mempunyai kedudukan derajat dunia maupun harta melimpah, hal itu kulakukan karena takut timbul iri hati tetangga.
- Barang siapa yang senang menjadi pemimpin maka ia tidak akan mendapat kemenangan untuk selama-lamanya.
- Aku tidak munafik menginginkan kedudukan yang tinggi, harta melimpah, tapi aku coba berfikir lagi itu mungkin bisa membuatku bahagia didunia tetapi bukan karena hal itu bisa membuat bahagia didunia karena aku mengerti itu kebahagiaan nafsu yang hanya sesaat. Nafsu tidak akan penah merasa puas, jadi cobalah untuk merasa cukup atas pemberian dari Tuhanmu walaupun sesungguhnya tidak akan, dan tidak pernah akan terhitung nikmat yang diberikan Allah.
- Diberi kecukupan bilamana kita membutuhkan, dan Tuhan akan memberinya walaupun tidak secara Langsung pada saat itu karena mungkin itu keinginan dari nafsumu Tuhan maha Tahu belum saatnya engkau membutuhkan itu. Dan diberi ketenangan jiwa disaat banyak masalah menerpa mungkin kita tidak memahami dan merasakan kenikmatan itu, sejatinya itu kenikmatan yang tiada bandingannya.
- Biarlah aku menjadi seorang tukang pacul, yang penting aku bisa husul. Biarlah aku menjadi orang faqir, yang penting aku tidak kikir. Biarlah aku menjadi seorang doip, yang penting aku bisa diakui wali sebagai sohib. Biarlah aku menjadi seorang hakir, yang penting aku tidak kafir.
- Dunia – Akhirat itu diibaratkan seprti truk gandeng. Kuasai Akhiratmu Dunia pun akan mengikutimu.
- Hati-hati dengan KEMANDIRIAN karena akan timbul KETAKABURAN ! Hati-hati dengan KEBEBASAN karena akan timbul KEEGOISAN ! Sesungguhnya apa yang sedang tak dirasa itulah yang telah dirasakan.
- Renungkan dirimu sendiri saat kita berprestasi disekolah apakah kita yang memiliki kecerdasan itu, dan kekayaan apakah itu milik kita? jika kita mengatakan kita itu kuasa memilki rasa kepintaran,kebodohan,kekayaan,kemiskinan,bias,tua,muda,cantik,ganteng,jelek,masalah,bahagia,sedih,malas,rajin,semangat,sehat,sakit dsb… apa kita mempunyai itu semua atau kita pemilik itu semua? Tentu tidak! ketika kita bahagia jangan terlalu berbangga dan disaat kita sedih jangan terlalu mengeluh kita tidak mampu mengiadakan semua itu. tidak tidaak kuasa dan tidak mempunyai milik.
- Ambilah segelas air dan segenggam garam kemudian minumlah, pasti kita akan merasa asin, mual tidak enak rasanya. coba sekarang ambil segenggam garam kemudian sebarkan kedalam danau, minumlah airnya pasti terasa segar dan rasa garam yang di tabur tadi tidak akan terasa. begitu pula dengan kehidupan ini. Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuaiuntuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah. Rasa `asin' dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya 'qalbu'(hati) yang menampungnya. Jadi supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau.


